Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

13/07/2016

Mendidik Lewat Pakaian



Saya pernah menghadiri sebuah seminar kurikulum pendidikan anak. Dalam seminar tersebut, dijelaskan bahwa pendidikan anak dalam islam memiliki 4 fase penting, yaitu:

1.       Fase bermain dan bermanja (Usia 0-6 tahun)
2.       Pengenalan disiplin dan tanggung jawab (Usia 7-14 tahun)
3.       Pendekatan antar teman (Usia 15-21 tahun)
4.       Pemberian kepercayaan dan kebebasan (Usia 21 tahun keatas)

Yap, bisa kita lihat ketika anak berusia 0-6 tahun, waktunya anak untuk diberi kesempatan sebebasnya untuk bermain dan dimanja. Tapi ada point penting yang tidak boleh kita lupakan, bahwa pada 6 tahun pertama adalah masa fitrah untuk membentuk kepribadian anak. Kematangan pendidikan kepribadian di usia 0-6 tahun merupakan kunci keberhasilan pendidikan di tahun-tahun berikutnya.

Lho kok waktunya bermain tapi harus diajarin ini itu? Hemat saya, yang diajarkan pada fase ini lebih ke hal-hal yang menyangkut fitrah manusia. Seperti aqidah/nilai-nilai ke-Esa-an Allah, akhlak/moral, termasuk di dalamnya Al-Qur’an.

Dalam fase bermain dan bermanja ini, maka dalam proses belajar anak tidak boleh ada tekanan. Cara yang paling efektif adalah memberi teladan. Seperti membangunkan anak ketika shubuh, memberitahu anak saat tiba waktu shalat, shalat dan membaca Qur’an di depannya, juga memberi contoh adab dan perilaku lainnya.

Akhir-akhir ini saya lagi suka ngajarin maysh  lewat kaos bergambar edukasi. Karena adang suka kehabisan ide gimana cara ngajarin Maysh adab-adab secara soft. Jadi saya pakaikan aja kaos bergambar Afrakids, terus saya ceritain deh gambarnya. So far it works. Anaknya lebih nurut sama kaos daripada sama saya (nangis di pojokan). In the end, doa saya semoga seluruh anak Indonesia menjadi anak shalih shalihah, cerdas, kuat, dan berdedikasi :)




31/07/2015

Blessfull Eid 1346H

Assalaamu'alaikum


Betapa indah kata-kata Al Imam ibn Rajab Al Hambali dalam sya'irnya:

"Bukanlah hari raya itu milik orang yang berpakaian baru, akan tetapi hari raya itu milik orang yang ketaatannya bertambah. Dan bukanlah hari raya itu milik orang yang berhias dengan pakaian yang indah dan kendaraan yang mewah, tetapi hari raya itu adalah milik orang yang telah diampunkan baginya dosa-dosanya. Bagaimana air mata seorang mukmin tidak mengalir atas perpisahan dengan bulan Ramadhan, sedang dia tidak mengetahui apakah masih tersisa lagi umurnya untuk kembali pada Ramadhan yang akan datang." 
[Kitab Lathaiful Ma'arif karya Al Imam ibn Rajab]

Alhamdulillah, telah kita lalui Ramadhan dan telah kita lalui juga Idul Fithri. Rasanya kayak mimpi, Ramadhan berlalu cepat sekali.

Lebaran kemarin, aku merasa sangat bersyukur karena selama Ramadhan diberi kesempatan beribadah yang menurutku lumayan kondusif. 

Pertama. Ramadhan kali ini pertama kalinya aku mencoba untuk menjauh dari urusan dunia, terutama urusan pekerjaan. Sebelumnya aku denger tausiyah kalau handphone yang dicharge sambil dipakai nggak akan terisi seoptimal apabila handphone itu dicharge dalam keadaan mati. Perumpamaan itu yang digunakan sang pembicara untuk menyampaikan perintah Allah pada bulan Ramadhan (QS Al Baqarah 183-187). Perintah berpuasa nggak berhenti di ayat 183 aja, tapi lanjut sampai ayat 187 tentang i'tikaf. Tujuannya agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Denger tausiyah itu aku langsung deg. Langsung aku coba aplikasikan. Walau belum sepenuhnya aku praktekin, ternyata bener ya rasanya damaii banget dihati. Beda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kedua.  Rumaisha sehat, anteng diajak tarawih ke masjid, anteng juga diajak i'tikaf. Keantengan Maish di masjid ini nggak lepas dari pembekalan jauh sebelum Ramadhan. Perlahan tapi continous, aku sampaikan pada Maish kalau masjid tempat beribadah, Allah sayang dengan orang yang berada di masjid, tapi di Masjid harus tenang, boleh main asal tenang. Alhamdulillaah banget, pesannya sampai ke Maish. Anak-anak itu pada dasarnya cepet paham loh, asal disampaikan dengan tepat. 

Ketiga. Kelancaran aktifitas-aktifitas tersebut nggak lepas dari peran suami. kalo nggak ada suami yang bantu, kita bisa apaa? hehe. Aku berterima kasih banget sama suami yang rela pulang kerja, buka puasa, terus langsung anter aku dan Maish ke masjid. Rela nemenin ngajak Maish keliling dulu kala Maish nggak kunjung tidur walau udah larut malem. Rela angkat-angkat bedcover buat alas tidur kita, beliin p*p mie kala kelaperan, daan lain-lain.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur. Yaitu orang-orang yang telah berusaha dengan maksimal meyempurnakan ibadah puasanya, sehingga kembali ke kondisi fithri, bersih dari dosa dan insyaAllah termasuk yang dimerdekakan dari neraka. Mereka berlebaran dengan penuh rasa syukur atas usahanya tersebut. Masukkan kami dalam golongan itu ya Allah, aamiin.







Udah rapih teteeup aja sibuk bantuin beres-beres rumah 


Outfit :
Thowee Khimar in purple by Amuthe
Laini Jumpskirt in pink by Amuthe

Artikel ini diturut sertakan untuk IHB Blog Post Challenge Ramadhan,

03/06/2015

Mendongeng dengan Bintang

Assalaamu’alaikum


Teringat perkataan kak Eka Wardhana di salah satu seminar yang aku hadirii, “untuk dapat berkomunikasi baik dengan seorang anak, masuklah ke dalam dunia nya”. Dan salah satu cara memasuki dunia anak adalah dengan mendongeng.

kita semua pernah melewati masa kanak-kanak. Seperti alasan dibuatnya AMUTHE, sebuah brand kids modesty : “there is always a childhood story in every future”. Maka itu, menurut Kak Eka, kita sebagai orang dewasa tentu akan mengerti bahasa anak-anak, serumit apapun itu. Karena kita semua pernah melewatinya.

Ya, berdongeng lah dengan bahasa anak-anak. Tentunya yang aku maksud di sini bukan bahasa cadel-cadelan yaa. Tapi berdongeng dengan ekspresi, intonasi, dan gesture yang menjiwai. Sehingga dongeng yang kita ceritakan jadi terdengar sangat menarik. Sesaat, jadilah layaknya anak-anak. Rebut hatinya dengan mendongeng. Jadilah bintang dongeng di mata bintang hati kita.





Setelah mencari tau lebih dalam lagi, ternyata mendongeng itu banyakk banget manfaatnya. Dari salah satu sumber yang aku baca, yaitu id.theasianparent.com, ada beberapa manfaat mendongeng..

Memperkuat Bonding antar Orangtua dan Anak
Manfaat yang satu ini emang yang paling jelas ya. Setiap aktifitas kita bersama si kecilpun selalu menambah bonding antara kita dan si kecil.

Sarana Menanamkan Etika dan Nilai-nilai Moral
Melalui tokoh dan kisah yang kita ceritakan, bisa disisipkan pesan moral seperti kejujuran, rela berkorban, kemandirian, rasa empati, kesopanan, juga modesty dalam perilaku. Karena media belajarnya lewat cerita, jadi pesan yang disampaikan juga lebih halus. Nggak yang langsung bilang “kamu jadi anak harus jujur ya”.

Membantu Anak untuk Berimajinasi
Imajinasi penting sekali untuk perkembangan daya pikir anak. Imajinasi akan membantu anak untuk berpikir kreatif ketika berhadapan dengan masalah. Imajinasi juga membuat anak lebih terampil berkomunikasi dengan orang lain. Pada saat mendengarkan dongeng, anak akan terangsang untuk membayangkan situasi seperti yang ia dengar. Selain itu, kata-kata yang kita ucapkan akan menambah pembendaharaan kosa kata yang ia miliki.

Merangsang Minat Baca Anak
Selesai mendengar dongeng yang seru, anak akan tertarik dengan dongeng yang lain. Anak pun mulai menganggap sumber dari si dongeng tersebut, yaitu buku, sesuatu yang amat menyenangkan.

Nah, tahap selanjutnya, kita bisa membuat anak jatuh cinta dengan buku. membuat image kalau buku itu asik. Beruntung ketemu perpustakaan yang cozy dan homey banget. Namanya Rimba Baca. Berlokasi di Jalan RSPP No.21B, Cilandak, Jakarta Selatan. 

Nyamaan banget baca buku lama-lama di sini. Seharian juga betah, hehe. Udah gitu entrance ticketnya murah. Cuma Rp30.000 per anak dan orangtua yang mendampingi nggak perlu bayar. Ada paket member juga, Rp350.000 per tahun per anak, bebas mau baca dan pinjam buku kapan aja. Fasilitasnya pun lengkap, ada ruang baca anak (umur 0-12 tahun), ruang baca dewasa di lantai atas, ruang menyusui, tempat sholat, ruang kreasi, taman air kecil di luar, dan yang penting toiletnya bersih. kayaknya kalau ditambah satu ruang lagi untuk kafe/ kantin bakal lebih seru.






28/04/2015

Family Trip (Part 1)


Assalaamu'alaikum


Menghadiri pernikahan kerabat di luar kota menjadi moment yang pas buat aku sekeluarga untuk curi-curi waktu liburan. Kali ini, sahabat suamiku akan menikah di Bandung. Sahabat gini banget deeh (sambil nyilangin dua telunjuk). aku dan maish sering jalan-jalan dengan eyangnya maish tanpa suami. suami pun terkadang harus keluar kota sendiri karena urusan pekerjaan. huhu. jadi.. meskipun Bandung dekat dan sudah sangat familiar, perjalanan kali ini amat special karena kita bisa full team bertiga. special trip on special moment :)

2 hari sebelum hari H pernikahan, ibuku sempet operasi kecil dan otomatis diopname. sempet ragu bisa dateng ke Bandung atau enggak. tapi H-1 ibuku udah boleh pulang dan udah jauh membaik, alhamdulillaah. karena masih pengen nemenin ibuku di rumahnya, jadi kami milih berangkat pas di hari  H aja. jam 3 dini hari udah berangkat supaya bisa lihat prosesi akad. alhamdulillaah, sesuai perkiraan, kami dateng tepat waktu.

sepulang acara resepsi, kami sempet mengunjungi teman kami yang baru aja melahirkan di daerah Antapani. maish selalu seneng kalau ketemu dedek bayi. dan bener doong, di sana maish ON banget megang ini itu. temenku sampai geleng-geleng. hihi.

dengan keletihan yang udah menumpuk, kami langsung meluncur ke Hotel GH Universal, Lembang, Bandung. ceritanya dapet voucher setengah harga dari teman. alhamdulillah ya rezeki anak shalihah :*

hotel ini bukan tipe hotel yang luas. agak kaget sebenernya pas ngeliat ukuran kamarnya yang mini dengan harga yang tinggi. di hotel lain, dengan harga yang sama bisa dapet fasilitas yang much better. dan karena saya book pakai voucher, jadi nggak dapat breakfast.





yang aku suka dari hotel ini ya view yang ditawarkan. arsitekturnya dibentuk seperti kastil. jadi berasa lagi nginep di kastil-kastil di Eropa (ooh day dreaming). karena gaya arsitektur itu pun, banyak pasangan yang melakukan foto untuk weddingnya di sini. selan view yang memanjakan mata, lokasi hotel ini juga cukup strategis. keluar sedikit aja dari hotel, udah ketemu Rumah Sosis dan Kampung Gajah. kalau ke atas lagi, nggak jauh untuk sampai ke Punclut.

Tips-tips mengadakan perjalanan jauh dengan anak yang sering aku terapkan:

1. Buat itinerary
itinerary sangat membantu kita dalam efsiensi waktu. dengan membuat itinerary, kita udah punya bayangan mau kemana aja dan otomatis udah cari tau lokasinya. jadi di hari H nggak spend too much time buat cari-cari lokasi lagi.

2. Pastikan perut anak kenyang.
selalu sedia snack dan susu. jangan lewatkan jadwal makannya, cantumkan di itinerary kita. anak akan merasa letih walaupun hanya duduk saja di mobil. untuk itu tetap perhatikan gizi pada makanan anak agar  tubuhnya tetap fit.

3. Ajak anak bercerita
aku selalu suka dengan perjalanan. karena di perjalanan kita sekeluarga bisa terasa lebih dekat. bisa ngobrol sepuasnya tanpa dibebani mau ngerjain hal-hal yang lainnya. selama perjalanan, kita juga bisa menambah bonding dengan anak lewat bercerita. nyeritain mobil, gunung, awan, burung.. semua ciptaan Allah, milik Allah. kita patut bersyukur dan menjaga semuanya dengan baik. jadi makin cinta deh sama Allah :)
  
4. Setel Murottal
kesempatan bagus untuk melekatkan ayat-ayat Qur'an pada anak. kalau di mobil, kedengeran lebih fokus karena anak kita cuma di stu-situ aja kan. secara tidak sengaja otak anak merekam dengan kuat ayat-ayat Qur'an. positifnya lagi, kalau worst case nya kita kecelakaan, kita dalam keadaan sedang mendengar kalam Allah.

5. Much More better than Less
bawa baju yang banyak. apalagi kalau tujuannya ke tempat yang dingin seperti Lembang. jangan lupa juga bawa pakaian tebal. biasanya kalau perut anak kembung, anak jadi males makan. badan pun jadi lemes. bisa bubar deh liburan kita. kalo maish, aku suka pakein sleveless dress plus inner atau outer lengan panjang. ditambahin tight juga. jadi tanpa keliatan tebeel banget kayak pake jaket gitu tapi badannya tetap hangat. what a modest look kan..


6. Dampingi driver
karena di sini ayahnya maish  the one and only yang nyetir, kayaknya nggak tega aah nyebutnya driver, hehe. biasanya kita hanya fokus pada jam tidur orang yang menyetir mobil (agak ribet nyebutnya karena nggak mau nyebut driver :p). tapi eh tapi, orang yang duduk disamping pak kusir itu pun penting diperhatikan. kalo kayak aku yang cuma bertiga, aku pun butuh tidur karena seharian tenaga udah keluar keliling kota, main sama maish, dan lain-lain. maka, tidur aja! selagi anak tidur, yang nyetir masih seger, dan masih belum malam. Nah saat malam, baru kita bangun dan nemenin yang nyetir. walaupun masih jam 7 atau 8 malam, tetep harus ditemenin loh. karena perjalanan yang melelahkan, bisa saja sang gagah penyetir mobil lengah.






03/04/2015

Berwirausaha, Berani Mandiri

Assalaamu’alaikum


Kali ini saya dan keluarga datang ke event tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri, yaitu event Wirausaha Muda Mandiri atau yang biasa dikenal dengan sebutan WMM. Dari tahun ke tahun acara ini hampir selalu diadakan di JCC. Jujur aja saya tadinya nggak kepikiran untuk datang ke acara ini, hehehe. Kebetulan suami yang mengajak untuk ke sana, katanya buat nambah motivasi sekaligus ngunjungin stand teman kami.


WMM adalah event rutin yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri sebagai bentuk CSR mereka. Ajang ini memfasilitasi para pemuda Indonesia untuk dapat unjuk gigi dan mempercepat kiprah bisnis mereka. Sesuai namanya, ajang WMM ini memang pesertanya dikhususkan bagi pemuda yang terbagi menjadi 2 kategori besar, yaitu mahasiswa dan non mahasiswa (alumni).Setelah melalui beberapa tahap seleksi di seluruh provinsi di Indonesia, para juara di tiap wilayah kemudian dikumpulkan di Jakarta untuk dapat mengikuti penjurian tingkat nasional. Jadi mereka yang berada di acara ini merupakan hasil seleksi dari seluruh wilayah Indonesia. Dan sejauh ini WMM telah menjadi ajang kompetisi bisnis terbesar di Indonesia.

Salut banget rasanya saat ini banyak anak-anak muda yang mulai mampu membangun bisnis dengan baik, tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi saya, apalagi saat ini saya juga mulai merajut mimpi dengan brand fashion anak AMUTHE. Jadi greget banget rasanya bisa berinteraksi dengan mereka yang sudah berhasil setidaknya menjalankan idealisme mereka dalam bidang bisnis.

Saya dan suami sendiri memiliki prinsip bahwa tiap anggota di keluarga kami harus dapat menjadi pribadi yang mandiri, bahkan termasuk saya sebagai seorang istri dan ibu. Khusus tentang wanita, untuk saya sangat penting seorang wanita mampu berdikari, contoh ekstremnya seandainya kita kelak "ditinggal" lebih dulu oleh suami menghadap Allah SWT, maka si istri tersebut tetap mampu memenuhi hak diri dan anak-anaknya dengan baik. Sebetulnya ini merupakan nasihat suami pada saya pada saat awal kami menikah, hiks...jadi terharu, makasih ya ayah atas nasihatnya.


Saya juga terinspirasi dari seorang Ibu Wirianingsih, beliau menyampaikan bahwa wanita selayaknya juga memiliki wawasan yang luas dan cerdas, khususnya wanita di zaman ini. Karena dengan semakin cerdas dan luas wawasan sang istri/ibu, maka ia akan lebih mampu mengelola dan mengasuh anak-anaknya dengan baik.

Upgrade wawasan keilmuan sendiri bagi saya bisa kita dapatkan dengan beberapa jalan, bisa dengan pendidikan formal maupun informal. Dan menempuh jalan sebagai wirausaha saya rasakan sangat membantu saya untuk memperluas wawasan saya, karena mau nggak mau saya musti banyak baca literatur dan berhubungan dengan banyak orang. Dan insyaAllah dengan berwirausaha kita bisa lebih leluasa mengatur waktu kita, walaupun tantangan di awalnya lumayan berat.

Namun setinggi apa rencana kita sebagai wanita untuk upgrade diri, hal yang terpenting adalah kita tidak melangkahi kodrat kita sebagai wanita, yaitu ma'mum dari suami dan ibu dari anak-anak. Semoga cita-cita kecil dalam keluarga kami ini dapat kami jaga dan Allah mudahkan jalannya, aamiin.

Selama di sana seperti biasa maish ga tahan untuk diam, mulailah dia explore tiap sudut dari ruangan acara. Karena konsep acaranya seperti pameran dengan banyak booth, maka saya ga terlalu kuatir waktu maish mulai untuk bergerak ke sana kemari. Dan karena acaranya tidak formal, outfit maish saya pakaikan Basima Skirt (Green) by AMUTHE yang dipadukan dengan atasan kaos.


Sempet deg-degan waktu maish mulai keliling di sekitar area panggung tempat diadakannya talkshow dan live music, tapi alhamdulillaah maish malah mau duduk nonton acara di panggung, hihihi kayak anak gede aja maish.




Harapan saya, semoga acara-acara sejenis seperti WMM ini akan lebih banyak bermunculan, khususnya yang dapat menjangkau pelosok-pelosok daerah yang mungkin belum ter-explore. Dan semoga maish dan adik-adiknya kelak dapat menjadi anak-anak yang tangguh dan mandiri. Tidak harus menjadi seorang pengusaha, namun apapun profesinya mereka tetap memiliki jiwa wirausaha, sehingga mereka dapat menebar manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Aamiin.






16/03/2015

2 Years Being Together

Assalaamu’alaikum



Tepat di tanggal 16 hari ini, Rumaisha genap 2 tahun. Alhamdulillah, I’m totally lucky being her mom. Nggak kerasa, Rumaisha udah gede dan udah nggak mimi ASI lagi. Huhu. Rasanya kangen banget sama masa-masa Rumaisha menyusui. Masa-masa berbagi energi lewat ASI. Kangen perjuangannya dan bonding yang begitu dekat antara ibu dan anak.

Dear Rumaisha sayang,

Tulisan ini sengaja ummah buat untuk maish, agar suatu hari nanti kamu tau kalau ummah sayaang banget sama maish. begitu pula ayah.

Agar maish tau, kalau kami begitu serius membesarkan dan mendidik kamu untuk menjadi manusia yang bermanfaat nantinya.

Proses mendidik dan membesarkan kamu, kami anggap sebagai proyek yang sangat penting, nak.
Proyek dunia akhirat.

Kami bukan ahli ibadah nak, bukan juga professor, dan bukan konglomerat.

Tapi kami berusaha sepenuh hati menggapai ridhoNya, menuntut ilmuNya, dan memberikan fasilitas untuk mendidik maish menjadi pribadi yang cemerlang.

kamu tau nak, udah lamaa banget kita bersama. Sejak maish masih di perut ummah. Kita tidur bareng, kemana-mana bareng, berbagi makanan, sampai berbagi nafas.

Semoga kita selalu bersama ya nak, dalam kebaikan. aamiin

25/01/2015

DIY : Play for FUN

Assalaamu’alaikum


Bermain dan jalan-jalan di luar tentunya menyenangkan sekali. Tetapi seringkali kita bosan ketika berada di rumah. Anak pun juga bisa bosan lhoo dengan seabrek mainannya di rumah. Berawal dari browsing dan nanya kesana kemari, saya pun berinisiatif membuat aktifitas bermain yang alat mainnya kami buat sendiri.

1.    Melukis dengan cat tepung

Alat dan bahan :
a. Mangkok
b. Kertas
c. Tepung terigu
d. Air
e. Pewarna makanan

Cara membuat : buat adonan setengah kental dari tepung dan air. Tambahkan perwarna makanan. Cepet banget jadinya daaan siap dimainin. Yeaayy

Rumaisha seneng banget ngubek-ngubek adonan catnya. Awalnya agak jijik, tapi lama-lama ketagihan.

Nih lihat hasil lukisannya Rumaisha
Lihat. Tepung catnya kemana-mana. seruu 

Awalnya asisten cuci mencuci di rumah kami sempat protes. Tapi ternyata noda tepung dan pewarna makanan ini mudah banget dicuci. Alhamdulillaah... Sebenernya saya memang no worry sih kalo bisa belajar dari kotor-kotoran begini. Masa kecil nggak bisa diulang kaan.

2.    Merangkai bentuk

Kalau yang ini sebenernya lebih cocok untuk anak yang lebih besar. Berhubung tetangga kami sering banget main di rumah, jadi saya bikinin aja.

Alat dan bahan :
a. Kertas
b. Pulpen/ spidol
c. Kertas origami
d. Lem

Cara mebuat : Rumaisha lagi suka nunjuk-nunjuk bunga. Canciik katanya. Oke saya gambarin bunga. Terus tinggal ditempelin robekan kertas origami.
Pekerjaan merobek kecil-kecil kertas origami ini nggak mudah buat anak umur dibawah 2 tahun kayak Rumaisha. Jadi Rumaisha tempel-tempel lem aja deh. Lengket ya nak :D




Aktifitas bermain di atas adalah dua dari sekian banyaknya aktifitas bermain yang bisa kita ciptakan sendiri di rumah. Alhamdulillah, main sama anak rasanya nyenengin banget. Melalui aktifitas bermain yang sangat sederhana, kita bisa menjalin kedekatan yang lebih dengan anak. Bisa juga sambil belajar, contohnya “ini tepung halus ya nak, kalau dikasih air jadi lengket”.

Jangan sampai kita beranggapan memberi mainan pada anak agar anak bisa main sendiri dan orangtua sibuk dengan aktifitasnya sendiri.


12/01/2015

Inspiring Mother (Part 2)

Bagaimana mengatasi anak yang nangis terus, rewel, dll?

Suatu ketika terlontar pertanyaan tersebut pada bu Wiwi. Kemudian ibu itu ditanya, kapan anak Anda tidur? Jawabnya, jam 9 tidur, jam 12 bangun lalu tidur lagi, jam 3 bangun lagi kemudian tidur lagi..Kapan nangisnya? Lanjut ditanya. Ibu itu tersenyum malu, kapan yah?

Nah, anak-anak memang fitrahnya menangis. Toh mereka tidak menangis 24 jam. Dalam sehari anak-anak kita tidak menangis terus, tapi ada kalanya dia jadi anak yang manis dengan senyumnya. Anak yang lucu dengan tingkahnya, anak yang pintar membawakan piring ke dapur dengan hati-hati dan tidak jatuh. Orang tua harus menghargai itu. Fokus pada kebaikan anak.

Jangan berlebihan dengan menilai anak nakal, rewel, cengeng, dll. Itu semua normal. Tinggal bagaimana orang tua memandang, menyikapi, dan bersabar.

Seorang anak dilahirkan untuk disiapkan kehidupan setelah wafatnya. Itu tugas orang tua. Sejatinya memang anak-anak kita lahir sebagai amanah, hadiah, sekaligus ujian untuk kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, takutlah pada Allah wahai orang tua. Jika sampai kita membesarkan mereka dengan luka dari kata-kata karena sempitnya hati untuk bersabar dalam ujianNya dan dangkalnya ilmu untuk mendidiknya. Bentakan saja membuat jutaan sel-sel otak anak mati. Apalagi harus berlebihan dalam menilai anak kita sebagai anak nakal, rewel, cengeng, dll.

Ketika anak masih kecil, itulah masa berjuangnya seorang ibu. Perhatikan apa yg menjadi kebutuhan anak. Anak rewel mungkin ia lapar. Karena itu jika hendak bepergian atau kita tinggal beberapa saat, kenyangkan dulu perutnya. Siapkan susunya, snacknya, makanannya dan segala kebutuhannya. Anak akan tenang jika terpenuhi rasa nyamannya. Memang anak seperti raja (untuk anak dibawah 7 tahun). Ia butuh dilayani dengan pelayanan maksimal.

Rasulullah mendidik para sahabat dan anak dengan teladan, dengan memuliakan anak kecil. Rasulullah juga kerap memeluk, mencium, dan berbicara dengan mensejajarkan tubuh dan tatapan pada anak. Di sinilah pondasi kecintaan, penghormatan, dan kepercayaan anak dibangun terhadap orang tua. Sebab orang tua menjadi sosok yang paling dekat dengan anak nya. Sehingga orang tua bisa menyiapkan anak tumbuh menjadi dewasa dengan kematangan iman dan pikiran. Siapkan anak untuk menjadi penjaga agama. In syaa Allah, Allah akan menjaganya dalam amal shalih.


Apakah orangtua tidak boleh marah pada anak?

Hal yang sulit dilakukan adalah menyembunyikan rasa marah pada raut muka. Sebagai manusia, rasa marah bisa saja ditemui saat hati tak cukup kuat menahan diri. Ketika anak melakukan hal yang membuat kita marah, dekati ia, rendahkan tubuh kita untuk mensejajarkannya, tatap matanya, pegang bahunya, katakan Nak, ibu tidak suka kalau kamu begini, kalau kamu begitu..

Anak perlu tahu bahwa tidak semua hal yang ia lakukan dimaklumi atau membuat orang senang. Adakalanya ia harus menghadapi orang-orang yang tidak suka dengan perbuatanya. Sehingga anak akan belajar mana hal yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh. Mana yang orang lain sukai, mana yg tidak. Perlahan kita membangun karakter dan kecerdasan mentalnya.

Ada sebuah kisah nyata yang hadir di zaman ini. Seorang istri yang berkeluh kesah karena sudah sekian lama pernikahannya belum pula dikaruniai anak. Selain itu, setiap pulang kerja suaminya selalu mampir ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari rumahnya. Saat malam tiba barulah suaminya pulang ke rumah sang istri. Hingga pada suatu hari sang istri diam-diam mengikuti suaminya ke rumah org tuanya, dan apa yg terjadi? Ternyata suaminya masih menyusu pada ibunya!

Kita tidak ingin anak kita seperti bayi besar. Fisiknya tumbuh besar, namun mental dan pikirannya seperti bayi. Orang tua bertanggung jawab menyiapkan anak agar siap menghadapi dunia. Orang tua bertanggung jawab menyiapkan anaknya menjadi seorang suami dan menjadi seorang istri dengan berbagai bekal, kemampuan, dan usaha. Doakan setiap hal dari anak kita. Mudah-mudahan kita semua menjadi orang tua yang menyadari setiap kekurangan diri lalu memperbaikinya di tengah setiap ikhtiar dan diiringi terus dengan doa dan belajar, belajar, dan teruuuusss belajar.. In syaa Allah.

Hari itu menjadi salah satu hari yang sangat berharga dari ribuan hari yang saya lewati. Pertemuan yang singkat namun padat ilmu. Semoga Allah memberkahi ibu wiwi dan keluarganya, juga keluarga kita semua.








Tulisan ini saya adaptasi dari tulisan mba Dewi Lestari. Berhubung saya tidak menyimak secara utuh karena  harus ngejar Rumaisha yang lari-lari di jalanan luar. Hehehe.



03/01/2015

Inspiring Mother (Part 1)

Assalaamu’alaikum

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan bersilaturahim ke rumah ibu Dra. Wirianingsih, M.Si. Beliau adalah seorang ibu, juga ustadzah, juga pernah menjabat sebagai anggota DPR.

amuthe kids modesty wirianingsih


Saya pribadi kagum dengan sosok ibu Wiwi ini. Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, beliau sukses mendidik 10 anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an dan berprestasi di bidang akademik masing-masing. Oleh Karena itu, saya dan teman-teman para ibu dari mommee.org terpanggil untuk menimba ilmu pada beliau. Berikut resume dari nasihat yang beliau sampaikan pada kami..

Bagaimana caranya bisa mendidik anak yang shalih dan shalihah seperti beliau? Adakah teori paten dalam dunia parenting?

Rasulullah SAW sering kali memberi nasihat dengan berkisah, dengan isyarat yang tersirat dalam kata-kata. Maka, menjadi seorang ibu yang baik tentu berbeda antara ibu yang satu dengan yang lainnya. Sulit jika harus disampaikan secara gamblang tips n trik untuk menjadi ibu terbaik bagi anak. Sebab seorang anak dilahirkan sangat istimewa, maka begitu pula ibunya. Artinya, setiap ibu pasti bisa mendidik anaknya dengan cara terbaik jika sang ibu mau belajar. Belajar dari mana? Belajar dari pengalaman orang-orang baik dan terkhusus pengalaman Rasulullah SAW.

amuthe kids modesty wirianingsih

Bagaimana membagi peran antara suami dan istri?

Kewajiban istri secara garis besar ada 2. Yaitu, mentaati suami dan mendidik anak dengan baik. Sedangkan kewajiban suami amat banyak, termasuk di dalamnya menafkahi keluarga. Peran utama wanita tentu mengurusi segala pernak-pernik pekerjaan yang ada di rumah, seperti memasak, mencuci, dll, dan yang terpenting adalah mendidik dan membina anak.


Mengapa demikian? Bukankah itu tanggung jawab suami juga? Ya, betul. Itu semua adalah bagian dari tanggung jawab suami. Akan tetap, suami sudah mencerahkan segenap daya dan upayanya untuk memenuhi kewajiban menafkahi keluarga. Wanita tidak memiliki kewajiban mencari nafkah. Namun, jika wanita bekerja untuk membantu perekenomian keluarga diperbolehkan dan dianggap sedekah.


Suami sudah habis waktunya di luar rumah dan tidak sempat mengurusi pekerjaan di rumah dengan maksimal. Lalu apakah sang istri masih menunggu suami untuk mengerjakan itu semua? sedangkan tiap detiknya kehidupan kita terus berjalan. Kita butuh makan, butuh pakaian bersih, anak butuh tempat tinggal yang bersih, dll. Apakah istri masih menunggu suami yang mengerjakan itu semua? Tentu tidak. Bagi istri shalihah, bebagi peran dan membantu meringankan sedikit kewajiban suami adalah sebuah kebahagiaan sebab di sinilah letak keja sama membangun syurga di rumah.


Intinya kerjasama berbagi tugas. Kalau di rumah ada asisten rumah tangga, Alhamdulillah. Kalau tidak ada, ya kita bantu suami kita. In syaa Allah bernilai pahala.


Peran seorang istri identik dengan dapur, sumur, dan kasur. Namun, apakah hal tersebut membuat seorang  wanita tidak boleh menuntut ilmu? Atau sebaliknya. Bagaimana wanita yang berpendidikan tinggi menjalankan perannya sebagai istri dan ibu?

Sungguh mulia seorang muslim yang menuntut ilmu. sebab ilmulah syarat amal diterima. Orang-orang yang wafat dalam menuntut ilmu masuk dalam kategori para syuhada. Terlebih para ibu yang terus menerus menuntut ilmu untuk menjadi sebaik-baik ibu.

Sebagai wanita, dibutuhkan ketelitian, kegesitan, dan efektivitas waktu dalam mengurus rumah tangga. Bagaimana mungkin tidak? pekerjaan rumah begitu banyak, sedangkan waktu dan tenaga kita terbatas. Oleh itu jadilah wanita cerdas.

Untuk apa wanita sekolah tinggi kalau ujung-ujungnya ke dapur? Justru dengan ilmu yang tinggi wanita bisa semakin cerdas mengelola rumah tangga, mengelola keuangan, dan terlebih mendidik anak sendiri. Semakin cerdas dan tinggi ilmu seorang wanita berarti anak nya akan semakin hebat karena dididik oleh ibu yang ilmunya matang dan mendalam. Dan yang terpenting, semakin tinggi pendidikan seorang ibu, bukan semata-mata untuk kebaikan karirnya. Tapi agar semakin baik dalam memanage rumah tangga.
...........

bersambung ke part 2

*Tulisan ini saya adaptasi dari tulisan mba Dewi Lestari. Berhubung saya tidak menyimak secara utuh karena harus ngejar Rumaisha yang lari-lari di jalanan luar. Hehehe.

18/12/2014

Kepada Siapa Belajar Ilmu Parenting?

Assalaamu'alaikum


Salah satu life plan saya waktu dulu masih remaja adalah saya ingin agar suatu hari saya dapat menikah dalam usia yang masih muda, let say dibawah 24 tahun lah. Sebenernya kalo ditanya kenapanya, alasannya kekanak-kanakan banget, supaya nanti kalau lagi jalan bareng saya dikira kakak atau temennya anak saya, hehehe.

Alhamdulillaah atas izin Allah, saya dipertemukan dengan suami saya dalam ikatan pernikahan pada usia 21 tahun, terima kasih ya Allah.

nikah amuthe anak fashion modest


Berbicara tentang pernikahan tidak bisa tidak, kita akan berbicara tentang anak. Bisa dibilang pernikahan dan anak adalah satu paket yg kita ambil pada saat kita mengambil sebuah keputusan besar bernama pernikahan. Karena dalam Islam sendiri salah satu tujuan penting menikah selain menghalalkan hubungan dua orang insan berlainan jenis adalah untuk meneruskan dan memperbanyak keturunan, demi meneruskan risalah ajaran islam.

baby amuthe anak fashion modest

Selanjutnya masalah apakah setelah menikah akan langsung dimudahkan untuk memiliki anak atau tidak itu sepenuhnya hak prerogative Allah, tugas kita sebagai manusia hanya berikhtiar dan berikhtiar. Namun saya yakin semua orang normal akan sepakat bahwa hadirnya seorang anak dalam sebuah rumah tangga merupakan kebahagiaan yang teramat besar, ini sesuai dengan firman Alloh dalam Q.S Al-Kahfi ayat 46 :

“harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi sholih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Di ayat tersebut dengan gamblang Allah menyebutkan bahwa anak adalah bentuk kebahagiaan duniawi bagi para hambanya atau dengan kata lain anak adalah perhiasan dunia. Kata perhiasan ini  menunjukkan bahwa anak merupakan kesenangan bagi para orang tuanya.

Sekali lagi segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan seorang gadis kecil bernama Rumaisha pada keluarga kecil saya, gadis kecil yang membuat hari-hari kami semakin berwarna sejak kehadirannya. Berwarna dengan berbagai macam warna tentunya, dengan kata lain hari-hari kami menjadi sangat menantang, hihihi. 

Saya yang seumur-umur ga pernah deket sama anak kecil tiba-tiba disibukkan dengan aktivitas merawat bayi. Yang dulu biasanya sibuk ngacir ke sana kemari untuk urusan kuliah, organisasi, main bareng teman-teman, tiba-tiba harus jadi orang rumahan untuk menjaga dan mengasuh Rumaisha. 

baby amuthe anak fashion modest


Alhamdulillaah suami saya selalu mensupport bahwa apa yang saya kerjakan saat ini adalah sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yg Allah telah berikan kepada kami, bila kami ikhlas dalam menjalankannya insyaAllah limpahan pahala akan didapat. Hal ini pun Allah sampaikan dalam firmannya dalam Q.S At-Taghabun ayat 15 :

sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.

baby amuthe anak fashion modest


Semakin beranjak usia seorang anak, berarti akan muncul tuntutan baru bagi para orang tua, di mana kita akan dihadapkan pada pola pengasuhan seperti apa yang akan kita terapkan pada anak kita kelak. Saya dan suami berkeyakinan bahwa anak-anak itu ibarat sebuah tambang yang belum digali, apa yang bisa kita temukan dalam tambang itu tergantung sedalam dan sekreatif apa kita menggalinya, bisa jadi di kedalaman tertentu kita bisa menemukan emas, bisa jadi pula bila kita menggali lebih dalam kita dapat menemukan tidak hanya emas namun berlian dan minyak bumi (jadi kayak ahli pertambangan aja :p).

Rasulullah SAW bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaaan fitrah, maka kedua orangtuanya lah yang menyebabkan ia menjadi yahudi, nasrani, dan majusi.” (HR.Bukhori).

Kondisi fitrah dari seorang anak akan teramat sayang bila kita lewatkan tanpa memberi pengasuhan dan pendidikan yang tepat, karena anak adalah investasi jangka panjang yang kelak bisa saja menjadi media penyelamat kita di akhirat kelak.

Pola pengasuhan (parenting) telah menjadi concern bagi sebagian besar masyarakat, hal ini dapat kita lihat saat ini banyak sekali buku-buku, seminar, pelatihan, grup bbm/wa, dan komunitas yang khusus membicarakan tema ini. Alhamdulillaah, ini menunjukkan bahwa masyarakat kita semakin menyadari pentingnya pola pengasuhan yang baik dan benar. Bahkan di negara-negara maju seperti eropa, mereka menuangkan hak-hak anak dalam undang-undang negaranya.

baby sholat amuthe anak fashion modest

Meskipun sebenarnya tidak ada teori paten mengenai parenting (because every kid is unique), penting bagi orang tua untuk terus menggali ilmu melalui pengalaman-pengalaman orang terdahulu. Sebagai muslim kita tentunya meyakini bahwa ajaran yg telah Rasulullah SAW sampaikan pada umatnya merupakan pegangan yang terbaik, yang dapat kita terapkan dalam tiap sendi kehidupan kita, termasuk dalam hal pengasuhan anak. Rasulullah  SAW bersabda :

Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara, yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalan tidak akan tersesat, yaitu kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” (H.R. Al-Hakim dan Daruquthni).

Dalam Al-Qur’an dan contoh yang Rasulullah SAW berikan, kita dapat menjumpai ayat maupun sabda Rasulullah SAW yang berbicara tentang pengasuhan anak. Baik yang bersifat tersurat maupun tersirat. Sebagai contoh dalam surat Luqman kita dapat menemukan pembicaraan luqman kepada anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah SWT, seperti berikut :

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya. ‘wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar. (Q.S Luqman ayat 13).

Dan masih banyak contoh-contoh lain yang dapat kita temukan dalam ajaran Islam tentang pengasuhan anak, semoga saya yang dengan keterbatasan ini dapat kemudahan untuk senantiasa mengupgrade ilmu dan makin bijak dan sabar dalam mendidik anak-anak saya kelak.

baby amuthe anak fashion modest

Tulisan ini saya buat bukan untuk menggurui atau sejenisnya, namun semata-mata karena semangat berbagi dan termotivasi untuk senantiasa menjadi hamba Allah SWT yang dapat mengemban amanah yang telah Allah berikan. Wallahu a’lam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...